Selasa, 17 November 2009

Tata Cara Pembuatan Makalah Skripsi dll (B. Indonesia)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Ada anggapan sebagian mahasiswa, terutama calon sarjana, bahwa menyusun karya ilmiah dengan bahasa yang baik dan benar itu rumit. Sebagian mereka nengeluh setelah diberi tugas menyusun makalah atau skripsi oleh dosen pembimbing atau olehperguruan tingginya. Mereka seakan-akan “menyerah sebelum bertempur”.

Sesungguhnya menyusun karya ilmiah tidak jauh berbeda dengan menyusun karya yang lain, seperti karya jurnalistik atau laporan perjalanan,bedanya,penyusunan karya ilmiah,mengikuti metode ilmiah(scientific metode) yang atas langkah-langkah untuk mengorganisasi dan mengatur gagasan melalui garis pemikiran yang konseptual dan prosedural yang disepakati oleh para ilmuwan.

Jadi, siapapun mampu menyusun karya ilmiah,asal mereka mau mempelajari cara-caranya.Didalam makalah ini, kami mencoba menguraikan cara penyusunan karya ilmia(skripsi/buku) dari sumber-sumber yang kami dapat,walaupun kami sendiri juga masih kurang ahli dealam hal ini.

B. TUJUAN MAKALAH

Adapun tuluan kami membuat makalah ini adalah selain untuk memnuhi tugas oleh dosen pembimbing,juga untuk menyikapi masalah yang tertera pada latar belakang di atas.yaitu,agar mahasiswa tidak beranggapan bahwa menyusun skripsi itu tidaklah rumit,sehingga mereka bisa lebih bersemangat dalam menyusun skripsi.HIDUP MAHASISWA.

C. RUMUSAN MASALAH

  1. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI ATAU BUKU
  2. KANDUNGAN MASING-MASING BAGIAN SKRIPSI ATAU BUKU
  3. TEKNIK PENULISAN KUITIPAN, CATATAN KAKI DAN DAFTAR PUSTAKA.

BAB II

PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN

Skripsi adalah karya tulis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain, yang disertai data-data dan fakta-fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung maupun tidak langsung. Disamping tertib dan cermat, dalam metodologisnya juga diperlukan sumbamgan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih dibidang spesialisasinya.[1]

2. TAHAP PENYUSUNAN SKRIPSI

Pada dasarnya, dalam penyusunan skripsi atau buku, terdapat lima tahap,yaitu:

2.2.1 Persiapan(pemilihan topik, judul dan kerangka)

2.2.2 pengumpulan data

2.2.3 pengorganisasian dan pengonsepan

2.2.4 pemeriksaan / pengetikan (Aritin 2003:7)

3. BAGIAN-BAGIAN POKOK SEBUAH SKRIPSI

Sistematika umumnya dibagi tiga bagian,yaitu sebagai berikut:

  1. Bagian awal

Bagian ini terdiri dari:

Halaman sampul

Halaman judul

Lembar persetujuan

1) Lembar persetujuan pembimbing

2) Lembar persetujuan dan pengesahan

Abstrak

Prakata

Daftar isi

Daftar table

Daftar gambar

Daftar lampiran

Daftar lain (misalnya daftar lambing, daftar singkatan dan sebagainya)

  1. Bagian inti

Bagian ini terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN

A .Latar belakang masalah

B.Identifikiasi masalah

C.Cakupan masalah

D.Rumusan masalah

E.Tujuan penelitian

F.Hipotesis penelitian (jika ada)

G.Kegunaan penelitian

H.Definisi istilah atau definisi operasional

BAB II KERANGKA TEORETIS

A…………………….

B…………………

C.dan seterusnya

BAB III METODE PENELITIAN

A.Ruangan Penelitian

B.Ruang Lingkup penelitian

C.Populasi dan Sampel

D.Instrumen Penelitian

E.Prosedur Pengumpulan Data

F.Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

B. Pengujian Hipotesis

BAB V PEMBAHASAN

A…………………

B…………………

C. dan setrusnya

BAB VI PENUTUP

A. Simpulan

B. Saran

  1. Bagian akhir

Bagian ini terdiri dari:

Daftar Pustaka

Pernyatan Keaslian Tulisan

Lampiran

Riwayat Hidup

4. KANDUNGAN MASING-MASING BAGIAN SKRIPSI

Isi bagian awal

Halaman Sampul

Halaman sampul biasanya berisi judul,kata skripsi,nama dan NIM, lambing perguruan tinggi, fakultas, jurusan dan waktu ujian. Semua huruf dicetak dengan huruf capital, dengan komposisi dan tata letak yang diatur secara simetris, rapid an serasi.[2]

Halaman Judul

Halaman judul terdiri atas dua halaman. Halaman pertama, isi dan formatnya sama dengan halaman sampul.

Halaman kedua memuat:

1. Judul skripsi

2. Teks skrips diajukan kepada perguruan tinggi untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam program sarjana pendidikan…

3. Nama dan NIM, (ditlis dngan huruf kecil kecuali huruf pertama)

4. Nama lengkap perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan (dengan huruf capital)

5. Bulan (dengan huruf kecil)

A. Abstrak

Kata abstarak ditulis di tengah halaman dengan huruf besar, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasidari kata abstrak, di tepi kiri dengan urutan: nama akhir diikuti koma,nama awal, nama tengah (jika ada) diakhiri titik.judul digarisbawahi atau dicetak miring dan dicetak dengan huruf kecil (kecusli huruf-huruf pertama dari setiap kata) diakhiri dengan titik. Kata skripsi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma, diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disingkat), nama fakultas, nama institute, dan diakhiri dengan titik. Kamudian dicantumkan nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya.

Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan dibawah nama dosen pembimbing. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampailima buah. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sstem informasi ilmiah.

Dalam teks abstrak disajikan secara padat inti sari skripsi yang mencakup latar belakang, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil-hasil yyang diperoleh, kesimpulan yang dapat ditarik. Diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dari dua halaman kertas ukuran kuarto.

B. Kata pengantar/Prakata

Kata pengantar berisi ucapan terima kasih penulis kepada semua pihak yang telah membantu dalam mempersiapkan,melaksanakan dan menyelesaikan penulisan skripsinya.

Tulisan KATA PENAGNTAR ditulis dengan huruf besar, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Teks kata pengantar dengan spasi ganda (dua spasi) panjang teks tidak lebih dari dua halaman kertas kuarto.

C. Daftar isi

Daftar isi memuat judul bab, judul subbab, dan judul anak subbab yang disertai nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Semua judul bab diketik dengan huruf besar. Judul subbab dan anak subbab hanya huruf awalnya saja yang diketik dengan huruf besar.

D. Daftar Tabel

Daftar tabel memuat: nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul yang lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul tabel yang satu dengan yang lainnya diberi jarak satu setengah spasi.

E. Daftar Gambar

Daftar gambar memuat: nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatan dalam teks. Tata cara penulisannya sama dengan daftar tabel.

F. Daftar Lampiran

Daftar lampiran memuat: nomor lampiran, dan halaman tempat lampiran itu berada.

G. Daftar Lainnya

Jika pada skripsi banyak dipakai tanda-tanda yang memiliki makna penting,maka perlu ada daftar khusus yang memuat tanda-tanda dan lambang-lambang itu.

H. Isi Bagian Inti

Skripsi memiliki enam bagian inti yaitu pendahuluan, hasil penelitian, pembahasan, dan penutup.

I. Bab I Pendahuluan

Bab ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa dan nengapa penilitian itu dilakukan.

J. Latar Belakang Masalah

Dalam bagian ini diuraikan secara ringkas tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar ataupun diskusi ilmiah, pengalaman ataupun pengamatan pribadi yang berkaitan erat dengan masalah yangf diteliti sehingga masalah yang diteliti memiliki landasan perpijak yang kokoh.

K. Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfungsi menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya dan hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

L. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.

Hipotesis Penelitian

Hipotesis mengungkapkan jawaban sementara terhadap maswalah penelitian.

M. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian adalah anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan beroikir dan bertindak dalam melakukan penelitian.

N. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti.

O. Penegasan Istilah

Penegasan istilah diperlukan jika diperkirakan akan timbul perbedaan pengartian atau kekurang jelasan makna jika penegasan istilah tidak diberikan.

P. Bab II Kajian Pustaka

Kajian pustaka memuat dua hal yaitu deskripsi teoritis tentang variabel atau objek yang diteliti dan kesimpulantentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang diajukan dalam bab yang mendahuluinya.pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji berdasarkan dua kriteria yaitu: 1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis). 2) prinsip relevansi.

Bab III Metode Penelitian

Dalam bab ini berisi rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data, dan analisis data.

Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian didefinisikan sebagai strategi mmengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian.

  1. Populasi dan Sampel

Istilah populasi dan sampel dipakai jika penelitian yang dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian. Hal-hal yang dibahas dalam populasi dan sampel: 1) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi, 2) prosedur atau teknik pengambilan sampel, dan 3) besarnya sampel.

  1. Instrumen Penelitian

Dalam bagian ini dipaparkan tentang imstrumen yang digunakan untuk mengukur variabel, prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian, juga cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan.

  1. Pengumpulan Data

Bagian ini memaparkan 1) langkah yang ditempuh dan teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data, 2) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, dan 3) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.

Analisis Data

Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yabg hendak diuji.

Bab IV Hasil Penelitian

Laporan tentang hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian yang menguji hipotesis hendaknya dibagi menjadi dua bagian, yaitu: 1) uraian tentang karakteristik masing-masing variabel, dan 2) uraian tentang hasil pengujian hipotesis.

  1. Deskripsi Data

Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitaian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif, seperti distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik yang berupa histogram, nilai rerata, simpangan baku, atau yang lainnya.

  1. Pengujian Hipotesis

Penjelasan terhadap hasil pengujian jipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan statistik.

Bab V Pembahasan

Tujuan pembahasan adalah 1)menjawab masalah penelitian, 2) menafsirkan temuan-temuan penelitian, 3)mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, 4) memodifikasi teori yang ada, dan 5) menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian.

Bab VI Penutup

Bagian ini berisi kesimpulan dan saran.

Kesimpulan

Isi kesimpulan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Saran

Saran yang dianjurkan hendaknya selalu bersumber dari temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian.

Isi Bagian Akhir

Daftar rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks.

Lampiran-Lampiran

Lampiran-lampiran hendaknya berisi keteranagan-keterangan yang dianggap penting untuk skripsi.

Riwayat Hidup

Hasil yang perlu dimuat dalam bagian ini adalah nama lengkap penulis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, dan prestasi yang pernah diraih (ditulis dengan spasi tunggal).

2.5 Fungsi dan Teknik Penulisan Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka

2.5.1 Penulisan Kutipan

Teknik penulisan kutipan menurut saukah dkk. (1996:72-74) dap[at dilakukan dengan dua cara:

1) Cara merujuk kutipan langsung

a) Kutipan kurang dari 40 kata

Nama pengarang daoat ditulis dalam tejs sevara terpadu. Contoh:

Chaer (1994:147) menyimpulkan “…………………………….”.

Nama pengarang disebut bersama dengan tahun terbit dan nomor halaman. Contoh:

Kesimpulan tentang identifikasi morfem adalah “……………………………………….” (chaer 1996:147).

Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal. Contoh:

Kesimulan tentang hakikat bahasa sebagai lambang adalah “………………….” (chaer:1994:147)

b) Kutipan lebih dari 40 kata

Contoh:

Chaer (1994:147) menarik kesimpulan sebagai berikut.

ikon adalah tanda yang paling mudah dipahami karena kemiripannya dengan sesuatu yang diwakili. Karena itu……….. dan seterusnya.

c) Kutipan yang sebagian dihilangkan

Contoh:

Kalau ditanya apakah kata itu? … para linguis yang sehari-haribergelut dengan kata, hingga dewasa ini tidak mempunyai kesamaan pndapat mengenai apa kata itu? (Chaer, 1994:162)

2) Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung

Nama pengarang disebut teroadu dengan teks. Contoh:

Chaer (1994:122) menyatakan bahwa kalimat adalah rangkaian kata-kata yang tersusun secara teratur dan berisi pikiran yang utuh.

Nama pengarang disebut dalam kurung bersama tahun terbitnya. Contoh:

Kalimat adalah rangkaian kata-kata yang tersusun secara teratur dan berisi pikiran yang utuh.

2.5.2 Penulisan Catatan Kaki

Catatan kaki ditulis sebagai penghargaan terhadap karya orang lain untuk memenuhi kode etik yang berlaku dalam hal penulisan karya tulis

Fungsi catatan kaki menurut Akhaidah dkk. (1991:245) adalah sebagai berikut:

1) Pendukung keabsahan penemuan.

2) Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan.

3) Referensi silang.

4) Tempat menyatakan penghargaan atas karya yang diterima dari orang lain.

Adapun unsur-unsur catatan kaki sebagai berikut:

1) Untuk buku

a) Nama pengarang,ditulis dalam urutan biasa, diikuti (,).

b) Judul buku ditulis dengan huruf besar (kecuali kata tugas), digaris bawahi.

c) Nama atau nomor seri, kalau ada.

d) Data publikasi: (1) jumlah jilid, kalau ada

(2) nomor cetakan, kalau ada

(3) kota penerbitan, diikuti titik dua (:)

(4) nama penerbitan, diikuti koma (,)

(5) tahun penerbitan.

e) Nomor jilid, kalau perlu.

f) nomor halaman, diikuti titik (.)

2) Untuk Artikel Dalam Majalah

a) Nama pengarang d) Nomor majalah, jika ada

b) Judul artikel, diantara tanda kutip e) Tangal penerbitan

c) Nama majalah f) Nomor halaman

Contoh:

Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa (Jakarta:Gramedia,2000),hal. 6.

Dalam catatan kaki singkat juga dikenal istilah-istilah berikut.

a. Ibid (singkatan dari ibidium,artinya sama dengan di atas)

b. Op.cit. (singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip),untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki darisumber lain.urutannya: nama pengarang, op.cit, nomor halaman.

c. Loc.cit. (singkatan dari loco citato, yaitu tempat yang telah dikutip). Urutannya: nama pengarang, loc.cit. (tanpa nomor halaman).

2.5.3 Penulisan Daftar Pustaka

Pada dasarnya unsur-unsur yang ditulis dalam daftar pustaka menurut Saukah dkk. (1996:74) secara berturut-turut 1) nama pengarang ditulis dengan urutan:nama akhir,nama awal, dan nama tengah tanpa gelar akademik. 2) tahun penerbitan, 3) judul, termasuk subjudul, 4) tempat penerbitan, dan 5) nama penerbit.

1) Rujukan dari buku

Contoh:

Yuzintani,azizah. 2009. Intisari Bahasa Indonesia. Banjarmasin:tanpa penerbit.

Jika ada beberapa buku yang ditulis oleh yang sama dan diterbitkan pada tahun yang sama pula, maka penulisannya seperti contoh berikut:

Keraf, groys. 1994. Linguisti Umum.jakarta:Rineka cipta.

Keraf, Groys. 1994. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:Gramedia.

2) Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel

Contoh:

Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Bahasa dan

Sastra. Malang:HISKI Komisariat Malang dan YA3.

3) Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada artikelnya)

Contoh:

Hasan, M. Z. 1990. Karakteristik Penelitian kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.),

Pengembangan Penelitian Kualittatif Dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm.12-15). Malang:HISKI Komisariat Malang dan YA3.

4) Rujukan dari artikel dalam jurnal

Contoh:

Hanafi, A. 1989. Partisipasi Dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi.

Forum Penelitian, 1 (1) : 33-47.

5) Rujukan dari artikel dalam koran atau makalah

Contoh:

Manhuri. 2007, 19 November. Peningkatan Pendidikan Moralitas dan Prilaku

Masyarakat. Radar Banjarmasin, hlm. 15.

6) Rujukan dari koean tanpa pengarang

Contoh:

Radar Banjarmasin. 2007, 19 November. Pasenger Car Mulai Digemari. Hlm. 16.

7) Rujukan dari dopkumen resmi pemerintah yang diterbitkan olehsuatu panerbit tanpa pengarang dan tanpa lembaga

Contoh:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 Tentang sistem pendidikan

Nasional. 1990. Jakarta:diperbanyak oleh PT. Armas Putra Jaya.

8) Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut

Contoh:

Pusat Pengembangan dan Penbinaan Bahasa. 2001.Pedoman Umum Ejaan Bahasa

Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

9) Rujukan berupa karya tulis

Contoh:

Connel, D. W. dan G. J. Miller. 1990. Kimia dan Entooksikologi Pencemaran. Terjemah

oleh Y. Koester. 1995. Jakarta:Universitas Indonesia Press.

10) Rujukan dari skripsi, tesis, atau disertasi

Contoh:

Pitayaningrum, C. W. 2004. “Efek Perebusan 30 Menit dengan daun kumis kucing

terhadap penurunan kandungan Logam Berat Dalam Hati dan Usus Sapi

yang Digembalakan di TPA Jatibarang, Semarang”. Skripsi. Semarang:Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro.

11) Rujukan dari makalah yang disajikan dalam seminar, penataran, atu lokarkarya

Contoh:

Dwiloka, B. 2003. “Menulis Karya Ilmiah”. Makalah disajikan dalam Penataran dan

Lokakarya Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Stikubank Smarang. Semarang, 2 Agustus.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Dari uraian makalah kami tadi mungkin ada beberapa hal yang kami simpulkan, diantaranya:

1. Dalam penulisan skripsi atau buku harus melalui prosedur-prosedur yang telah ada.

2. Data-data yang termuat dalam skripsi atau buku harusm jelas, baik sumber maupun data itu sendiri.

3. Dalam penyusunan skripsi atau buku, sudah ada cara-caranya, jadi jika kkita ingin menyusun skripsi atau buku maka kita harus melalui cara-cara tersebut.

4. Skripsi atau buku itu harus tersususn secara rapi dan sistematis.

5. Dalam menyusun skripsi atu buku, diperlukan ketelitian yang sangat tinggi.

Dari semua kesimpulan di atas, bahwa jika kita ingin menyusun skripsi atau buku mencari data-data yang jelas sumbernya, kemudian menyelesaikan skripsi atau buku dengan mengikuti prosedur-prosedirnya agar menghasilkan skripsi atau buku yangbaik dan berkualitas.

SARAN

1. Ikutilah prosedur-prosedur penyusunan skripsi apabila kita ingin menyusun skripsi.

2. Kalau ingin menyusun skripsi, carilah data-data yang jelas dari sumber yang terpercaya.

DAFTAR PUSTAKA

Yuzzintani, azizah. 2009. Intisari Bahasa Indonesia. Banjarmasin:tanpa penerbit.

Sudjana, nana, dkk. 2004. Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Bandung:Sinar Baru Algosindo.

Dwiloka, Bambang, dkk.2005. Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Jakarta:Rineka Cipta.



[1]Bambang Dwiloka, Teknik Menulis Karya Ilmiah. Hal 6

[2]Ibid, hal 29

1 komentar: